Membedah Definisi dan Tujuan Ilmu Komunikasi dalam Wawancara & Talkshow
Pernahkah Anda terpaku menonton sebuah episode talkshow yang mengalir begitu natural, atau membaca hasil wawancara yang terasa sangat mendalam? Di balik percakapan yang tampak seperti obrolan biasa itu, terdapat struktur dan strategi yang dipelajari secara khusus dalam Ilmu Komunikasi
Wawancara dan talkshow bukanlah sekadar aktivitas tanya-jawab biasa. Keduanya adalah proses penyampaian pesan yang dirancang dengan tujuan spesifik, target audiens yang jelas, dan alur umpan balik (feedback) yang dinamis.
Berikut adalah bedah tuntas mengenai definisi, tujuan, dan proses komunikasi di dalam wawancara maupun talkshow.
1. Memahami Definisi: Apa Bedanya?
Dalam payung besar Ilmu Komunikasi, baik wawancara maupun talkshow adalah bentuk komunikasi antarpribadi (interpersonal) yang sering kali diangkat ke level komunikasi massa jika disiarkan ke publik. Namun, keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda.
Wawancara (Interview)
Wawancara adalah proses komunikasi dua arah yang memiliki struktur dan tujuan yang sangat tajam. Menurut kacamata komunikasi, ini adalah transaksi pesan di mana satu pihak (pewawancara) secara proaktif menggali informasi, opini, atau pengalaman dari pihak lain (narasumber).
Karakteristik Utama: Terarah, sangat fokus pada kedalaman informasi, dan rasio bicaranya sering kali asimetris (narasumber biasanya lebih banyak berbicara untuk menjelaskan secara detail dibandingkan pewawancara).
Talkshow (Gelar Wicara)
Talkshow adalah evolusi dari wawancara yang dikemas dalam format yang lebih santai, teatrikal, dan interaktif. Ini adalah seni komunikasi yang menggabungkan informasi mendalam dengan hiburan (edutainment).
Karakteristik Utama: Sangat dinamis, berjalan multi-arah (melibatkan pemandu acara, satu atau lebih bintang tamu, dan seringkali audiens), serta lebih mementingkan chemistry dan aliran percakapan yang natural dibandingkan sekadar menggali fakta keras.
2. Tujuan Spesifik dalam Proses Komunikasi
Mengapa kita harus menggunakan format ini? Setiap bentuk komunikasi pasti memiliki tujuannya masing-masing. Berikut adalah tujuan spesifik dari kedua format ini jika dilihat dari kacamata ilmu komunikasi:
Tujuan Wawancara
Dalam jurnalistik atau penelitian, wawancara bertindak sebagai "pisau bedah". Tujuannya meliputi:
1. Penggalian Fakta & Verifikasi: Mencari kebenaran dan data faktual langsung dari sumber utama. Ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan sebuah informasi.
2. Pemahaman Perspektif (Profiling): Menggali motif, latar belakang, dan cara pandang personal seseorang terhadap suatu isu yang sedang terjadi.
3. Investigasi Mendalam: Menelusuri informasi yang mungkin tersembunyi dengan teknik bertanya yang taktis, sering kali menggunakan pertanyaan terbuka yang memancing jawaban panjang.
Tujuan Talkshow
Berbeda dengan wawancara murni, talkshow berfungsi lebih sebagai "ruang tamu publik". Tujuannya mencakup:
1. Membentuk Opini Publik: Dengan menghadirkan pakar atau figur publik untuk membahas isu terkini, acara ini mampu mengarahkan bagaimana masyarakat awam memandang isu tersebut.
2. Edukasi Melalui Hiburan: Menyampaikan topik yang berat dan kaku (seperti hukum, politik, atau kesehatan) dengan bahasa yang santai dan ringan agar mudah dicerna oleh berbagai kalangan.
3. Koneksi Emosional: Memberikan ruang bagi penonton untuk merasa lebih dekat secara personal dengan bintang tamu melalui gaya bahasa percakapan sehari-hari.
3. Elemen Komunikasi di Balik Layar
Jika kita meminjam model dasar komunikasi (Pengirim -> Pesan -> Media -> Penerima), wawancara dan talkshow mengaplikasikannya dengan gaya yang unik.
Proses pada Wawancara (Fokus Tertutup)
Komunikator (Pengirim): Pewawancara, seperti jurnalis atau peneliti yang memegang kendali alur.
Pesan: Rangkaian pertanyaan yang terstruktur, fokus, dan bersifat menggali data.
Penerima: Narasumber secara eksklusif.
Umpan Balik (Feedback): Jawaban verbal yang padat dari narasumber, serta bahasa tubuh mereka saat merespons pertanyaan sulit.
Proses pada Talkshow (Fokus Massal)
Komunikator (Pengirim): Host atau pemandu acara yang bertugas mengatur ritme hiburan.
Pesan: Pemantik diskusi terbuka, opini pribadi host, dan seringkali diselingi humor atau candaan.
Penerima: Bintang tamu sekaligus audiens massal yang menonton (baik di studio maupun di layar kaca).
Umpan Balik (Feedback): Jawaban santai dari tamu, interaksi antar sesama tamu, dan reaksi langsung audiens seperti tawa, sorakan, atau tepuk tangan.
Keberhasilan proses komunikasi dalam kedua format ini sangat bergantung pada satu hal, yaitu mendengarkan aktif (active listening). Seorang komunikator yang hebat tidak hanya sibuk membaca daftar pertanyaan selanjutnya, tetapi benar-benar merespons jawaban yang baru saja diucapkan oleh lawan bicaranya.
Pada akhirnya, wawancara yang baik akan menghasilkan data yang berbobot, sementara talkshow yang baik akan menghasilkan diskusi yang memorable bagi audiens luas. Keduanya membuktikan bahwa komunikasi bukanlah sekadar kata-kata, melainkan bagaimana makna dibangun secara bersama-sama.
Nama: Riko Yulianto
NIM: 233500040003
Universitas Mpu Tantular Jakarta
Wawancara & Talkshow
Dosen Pengampu: Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd., M.I.Kom
Komentar
Posting Komentar